TAFSIR AL-QURAN DENGAN PENDAPAT SAHABAT SEBAGAI LANDASAN HUKUM ISLAM (Aqwāl al-S{ah}a>bat)

Falizar Rivani

Abstract


Sejarah pendapat Sahabat dalam penafsiran al-Qur’an pada dasarnya
sudah ada sejak masa Rasulullah saw. Meskipun Sahabat menggunakan ra’yu
(pendapat) dalam penafsirannya, tetapi mereka sangat berhati-hati dalam
mengeluarkan pendapatnya. Faktor-faktor yang mendukung Ijtihad sahabat
dalam menafsirkan al-Quran adalah: Pengetahuan mereka terhadap tata Bahasa
Arab dan segala bentuk rahasianya, pengetahuan mereka terkait kebiasaan atau
budaya orang Arab, pengetahuan mereka terhadap kondisi orang-orang Yahudi
dan Nasrani (israiliyat) di Jazirah Arab ketika wahyu turun serta daya fikir yang
kuat dan pengetahuan yang luas. Sahabat menyaksikan turunnya wahyu, mengetahui sebab turun dan situasi pada waktu ayat diturunkan, mereka menyertai Nabi saw dan belajar dari beliau. Meskipun pengetahuan Sahabat pun berbeda-beda dalam berpendapat. Begitu juga terkait dengan hukum jika bukan berdasar pada pendapat seperti hal yang ghaib atau tentang sebab turunnya ayat, dihukumi marfu’ (sampai pada Nabi saw). Sedangkan jika berasal dari pendapat mereka, hukumnya mauquf dan mauquf-nya Sahabat wajib diambil.


Keywords


Tafsir Al-Quran; Pendapat Sahabat; Hukum Islam

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

Google Scholar moraref Academic Key CrossRef cosmos   


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

site
stats View My Stats

© All rights reserved 2015. Hikamuna, P-ISSN: 2461-1115, E-ISSN: 2598-3903