PENDEKATAN DALAM TAFSIR: Tafsir bi al-Ma’tsûr, Tafsir bi al-Ra’yi, dan Tafsir bi al-Isyârah

Azkia Muharom Albantani, Junizar Suratman

Sari


Al-Quran diturunkan dengan mengandung pengertian yang sangat global sehingga membutuhkan sebuah upaya dan proses penafsiran untuk dapat memahami kandungan Al-Quran. Upaya penafsiran telah ada pada masa Rasulullah SAW sebagai penafsir awal terhadap Al-Quran. Setelah beliau wafat, muncul polemik, kepada siapa lagi umat bertanya tentang isi kandungan Al-Quran tersebut. Barulah kemudian para sahabat yang mengetahui rahasia-rahasia Al-Quran dan yang mendapat petunjuk langsung dari Nabi sendiri, merasa perlu untuk menerangkan apa yang mereka ketahui dan mereka pahami tentang maksud-maksud Al-Quran. Perkembangan kehidupan manusia sangat memungkinkan berpengaruh terhadap perkembangan pemikirannya. Hal ini tentu juga mempengaruhi pemahaman manusia terhadap ayat-ayat Al-Quran. Berbagai persoalan muncul sehingga muncul spirit untuk memberikan peluang menafsirkan Al-Quran sesuai dengan kaidah-kaidahnya. Terdapat tiga pendekatan dalam tafsir untuk memahami pesan-pesan ayat Al-Quran, di antaranya pendekatan Tafsir bi al-Ma‟tsûr, Tafsir bi al-Ra‟yi dan Tafsir bi al-Isyârah dengan berbagai pandangan yang mengitarinya. Dalam artikel ini akan dibahas tentang berbagai karakteristik, perkembangan, tokoh-tokoh, dan contoh kitab tafsir dari ketiga pendekatan tafsir tersebut.

Kata Kunci


Tafsir bi al-Ma‟tsûr; Tafsir bi al-Ra‟yi; Tafsir bi al-Isyârah

Teks Lengkap:

PDF (English)

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.